24.4 C
Indonesia
Sunday, May 19, 2024

Bentrokan di Kamp Pengungsi Palestina di Lebanon Tewaskan 6 Orang

JAKARTA – Bentrokan hebat terjadi di Kamp Pengungsi Palestina di Lebanon selama dua hari dan menewaskan enam orang.

Dalam bentrokan itu, faksi arus utama Fatah berperang melawan kelompok saingan yang mendukung ekstremis.

Termasuk dalam korban tewas itu adalah seorang komandan Fatah yang disergap pada Minggu (30/7). Aksi itu juga melukai beberapa pembantunya di kamp Ain el-Hilweh yang padat dan miskin di dekat kota pesisir Sidon di Lebanon selatan.

Empat ajudan kemudian meninggal karena luka-luka mereka, kata sumber keamanan, menambahkan bentrokan sporadis di kamp meningkat pada hari Minggu.

Bentrokan dimulai sehari sebelumnya dengan upaya pembunuhan yang gagal terhadap seorang pemimpin kelompok yang bersimpati kepada ekstremis garis keras di mana satu orang tewas. Itu diikuti oleh tembakan dan serangan oleh militan bersenjata di markas Fatah.

seorang saksi mata mengatakan, toko-toko tutup dan beberapa orang melarikan diri dari kamp pengungsi terbesar di Lebanon, saat ketegangan antara kelompok yang bersaing meningkat pada Minggu. Tentara Lebanon mengatakan sebuah mortir jatuh di dalam markas militer dengan satu tentara terluka.

Badan PBB yang bertanggung jawab atas kesejahteraan pengungsi Palestina yang menyediakan layanan dasar bagi hampir 50.000 orang yang tinggal di Ain el-Hilweh mengatakan telah menangguhkan semua operasi di kamp tersebut.

Direktur UNRWA di Lebanon, Dorothee Klaus mengatakan dalam sebuah pesan di platform pesan X bahwa badan tersebut menyerukan semua pihak militan untuk memastikan keamanan warga sipil dan menghormati bangunan PBB yang tidak dapat diganggu gugat.

Dia menambahkan bahwa bentrokan tersebut merusak dua sekolah yang dikelola oleh badan PBB, UNRWA.

Kamp itu secara teratur melihat perselisihan faksi berubah menjadi kekerasan yang mematikan.

Sekitar 400.000 pengungsi tinggal di 12 kamp Palestina di Lebanon, sejak perang 1948 antara Israel dan tetangga Arabnya. Kamp-kamp tersebut sebagian besar terletak di luar yurisdiksi dinas keamanan Lebanon.

Sumber: Al Arabiya

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer