24.4 C
Indonesia
Sunday, May 19, 2024

Seminar Literasi Digital bersama Pelajar, LTN PBNU Ungkap Cara Produktif Bermedsos

BEKASI – Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar seminar literasi digital untuk pertama kali di Bekasi.

Seminar yang mengungkap cara ‘Produktif di Media Sosial’ ini diselenggarakan di SMK Tiara Bangsa, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (6/4/2023) sore.

Ketua LTN PBNU H Ishaq Zubaidi Raqib mengatakan, SMK Tiara Bangsa merupakan sekolah pertama yang mendapat program literasi digital atas kerja sama LTN PBNU dengan Indihome, PT Telkom Indonesia, dan Majelis Taklim Telkom Grup (MTTG).

Ia mengatakan, seminar literasi digital ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mengamalkan firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 4. Di dalam surat ini, Allah menjelaskan, tidak akan diutus seorang Rasul kecuali dengan bahasa kaumnya.

“Saya sengaja menyitir ayat khusus masalah bahasa. Rasul itu diutus, memahami dan menuasai bahasa kaum itu. Bahasa kita saat ini adalah bahasa teknologi, informasi, digital. Tidak ada di antara kita saat ini yang tidak memiliki kedekatamn dengan alat-alat teknologi komunikasi,” kata Edi, begitu Ketua LTN PBNU akrab disapa.

Menurutnya, setiap orang yang saat ini pasti memiliki telepon seluler (ponsel), wajib mempelajari bahasa teknologi agar mudah menerima pesan.

“LTN PBNU mengajak para siswa SMK Tiara Bangsa Bekasi untuk sama-sama mempelajari bahasa yang pantas dan sopan sehingga bisa produktif dalam berselancar di media sosial”

Edi mengingatkan bahwa teknologi merupakan perangkat buatan manusia. Karena itu, setiap orang harus bisa menaklukan teknologi itu. Ia menyebut, teknologi bak pisau bermata dua.

“Harus kita yang pintar memanfaatkannya. Jangan sampai teknologi yang buatan manusia itu justru mendatangkan dampak buruk untuk kita semua. Ini seperti pisau bermata dua. Kalau kita tidak pintar BB menguasainya dia akan negatif kepada kita, tetapi kalau kita pintar dia akan menjadi manfaat besar untuk kita,” katanya.

Sementara itu, Pj Ketua PCNU Kabupaten Bekasi KH Atok Romli Musthofa menjelaskan sebuah kaidah yang familiar bagi kalangan pesantren yaitu, salamatul insan fi hifdzil lisan (keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya).

Namun di era kemajuan teknologi informasi ini kaidah itu berubah menjadi salamatul insan fi yadaini (keselamatan manusia ada dalam kedua tangannya).

“Di dua tangan inilah manusia akan selamat. Orang banyak bermedsos ngawur, salah bermedsos masuk penjara, awalnya iseng-iseng nge-share dikira nggak berdampak, tahu-tahu masuk penjara, setelah masuk, nangis di penjara, begitu. Itu karena tidak tahu,” jelas Kiai Atok.

Menurut Kiai Atok, medsos saat ini sudah sangat banyak memiliki manfaat. Misalnya, Tiktok kini sudah banyak diisi dengam pengajian. Namun, ada juga sisi lain seperti konten yang mengajak maksiat.

“Kita pasti lihat ada yang baik dan buruk. Medsos ini penting untuk memperbaiki masyarakat dan menjadi kesadaran kita,” katanya.

Pada kesempatan ini hadir Kepala SMK Tiara Bangsa H Jamaludin. Seminar ini juga menghadirkan tiga narasumber yakni Pemimpin Redaksi JPNN Antoni, Komunikator Pemasaran Telkom Indihome Afifudin, dan Pegiat Media Sosial M Farobi Afandi.

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer