24.4 C
Indonesia
Sunday, May 19, 2024

Sukseskan Porseni NU, Gus Nusron: Momen PWNU Konsolidasi dengan Pesantren, Madrasah, dan Kampus

SOLO – Seluruh wilayah di Indonesia kompak mendukung pelaksanaan even akbar Pekan Olah Raga dan Seni Nahdlatul Ulama (Porseni NU) yang akan digelar di Solo, Jawa Tengah pada 14-21 Januari 2023.

Panitia menggelar Rapat Koordinasi dan bimbingan teknis (Rakor dan Bimtek) bersama manajer kontingen PWNU seluruh Indonesia pada 16-18 Desember 2022 di Hotel Amarelo, Solo Jawa Tengah.

Dari 34 kontingen perwakilan PWNU hanya tiga provinsi yang tidak hadir yaitu, Papua, Papua Barat, dan Maluku Utara.

Rakor dipimpin langsung oleh Ketua Panitia yang juga Wakil Ketua Umum PBNU KH. Nusron Wahid. Turut hadir memimpin Rakor dan Bimtek yakni Ketua PWNU Jawa Tengah KH Muhamad Muzamil, Ketua Panitia Daerah KH Mubarok, Wakil Ketua Panitia Panitia H Habib Sholeh serta penanggungjawab masing-masing cabang olahraga.

Dalam kesempatan itu, KH. Nusron Wahid yang akrab disapa Gus Nusron menjelaskan, Porseni NU diselenggarakan untuk membangun kesadaran bagi anak muda NU dalam turut merayakan Satu Abad NU.

Kata Gus Nusron, peringatan Satu Abad NU menyasar seluruh kalangan dari kalangan kiai, intelektual, perempuan dan anak muda.

“Nah, Porseni wadah generasi muda NU merayakan peringatan satu abad NU. Makanya, konsepnya adalah bergembira,” katanya.

Gus Nusron mengatakan, penyelenggaraan Porseni NU punya efek yang positif bagi wilayah. Karena dengan hajatan ini sejumlah PWNU harus melakukan konsolidasi dengan sejumlah madrasah, pondok pesantren dan kampus di wilayahnya.

“PWNU, mau nggak mau dipaksa mendata sekolah, pondok pesantren dan kampus. Pengurus wilayah jadi paham kondisi sekolah NU, apakah dalam kondisi baik atau sudah pindah kepemilikan,” katanya.

Ia meminta seluruh wilayah NU, selain mengirim kontingen, juga turut meramaikan dan menyuskeskan Porseni NU dengan memasang balhio dan spanduk Satu Abad NU, termasuk di wilayah masing-masing.

“Kita semarakan Satu Abad NU dengan pasang baliho, biar masyarakat mengetahu NU sudah satu abad. Hari ini masih belum semarak,” katanya,

Rakor dan Bimtek digelar untuk memastikan kesiapan kontingen dalam mempersiapkan cabang olahraga. Tidak semua wilayah dapat mengikuti seluruh cabor, alias hanya cabor tertentu.

Panitia menjelaskan, sejumlah masalah teknis, mulai dari pendaftaran, aturan pertandingan, hingga soal akomodasi dan konsumsi. Usai bimtek, kontingan meninjau ke sejumlah venue pertandingan.

Hera Herviana, perwakilan kontingen dari Sumatera Utara menyatakan siap mensukseskan Porseni NU yang baru pertamakali diselengggarakan oleh PBNU ini. Dia memastikan Kontingen Sumut akan mengikuti 16 kategori cabang untuk meramaikan Porseni NU.

“Atlet kami sudah berlatih di gelanggar olaharaga sumut. Kami juga sudah mengundah pelatih profesional untuk melatih atlet-atle kami,” kata Hera, yang juga seorang guru ini.

Dia mengatakan, PWNU dan warga NU Sumut sangat antusias menyambut Porseni NU.

“Hampir semua tokoh-tokoh NU berkeinginan turut serta ke Solo untuk berpartisipasi meramaikan dan menyukseskan Porseni NU. seperti Mustasyar NU ( wakil Gubernur Sumut) wakil bendahar (Direkurt PTPN IV). Pokoknya gaung porseni NU begitu wah di Sumut,” ucap Hera.

Sementara itu, Koordinator Pertandingan, A.S. Fauz menjelaskan, Bimtek diselenggarakan bertujuan membicarakan dan menjelaskan setiap teknis pertandingan yang menjadi aturan permainan sebagai panduan ketika pelaksanaan Porseni NU.

Respon sangat baik dari seluruh kontingen dan berpartisipasi penuh. Juga terjadi beberapa kesepakatan antara panitia dengan seleuruh manajemen.

“Antara lain proses perbandingan dilaksanakan secara fair play sesuai aturan main dari setiap permaianan cabang. Misalnya sepakbola ya menerapkan regulasi standar PSSI, begitu juga cabang olahraga lain, ikut regulasi induk cabang olahraga masing-masing,” pungkasnya.

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer