24.4 C
Indonesia
Sunday, May 19, 2024

Meutya Hafid Sebut Penetrasi Teknologi Digital Dongkrak Produktivitas UMKM

JAKARTA – Penetrasi pemanfaatan teknologi digital hingga ke seluruh pelosok tanah air harus dimanfaatkan untuk meningkatka produktivitas dan nila tambah produk dan perekonomian dalam negeri.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Pemanfaatan Ruang Digital Bagi UMKM, yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Meutya menegaskan, peranan pemerina sangat ditunggu-tunggu masyarakat, yakni dalam mendorong daya jangkau dan kecepatan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah ekonomi masyarakat bawah.

“Ini yang saya katakan teknologi digital itu mendorong produktivitas dan nilai tambah UMKM,” jelas Meutya dalam webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek tersebut.

Politisi perempuan Partai Golkar itu mengungkapkan upaya perluasan akses pasar melalui kerja sama dengan berbagai platform digital marketplace (pasar digital) untuk memfasilitasi UMKM menjadi semakin diperlukan.

“Penggunaan teknologi digital justru semakin diperlukan apalagi saat pandemi Covid-19 yang berlangsung saat ini. Bahkan, berdasarkan hasil sejumlah survei, beberapa usaha yang tidak mengalami penurunan pendapatan selama pandemi Covid-19 ini adalah mereka yang menggunakan penjualan online sebagai sarana pemasaran mereka,” ujarnya.

Dalam webinar tersebut, Head Marketing Strategy of Chicken Holic, Sylvi Dhea Angesti mengatakan kehadiran digital branding dirasa perlu untuk sebuah produk apalagi untuk usaha UMKM. Selain untuk meningkatkan daya tarik konsumen, digital branding juga memberikan identitas yang berbeda sekaligus sebagai metode lain untuk berpromosi.

Ia mengungkapkan digital branding yang dibangun Chicken Holic, mendapatkan penghargaan sebagai salah satu brand yang paling berkembang di Kota Medan dalam bidang Food and Beverage (F&B) pada tahun 2015 yang diberikan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Sylvy juga mengatakan digital branding juga berguna untuk meningkatkan loyalitas para pelanggan. Sebagai contoh, setelah mendapatkan kepercayaan dari market yang setia dari produk pertama kami yakni Chicken Holic.

“Kami kemudian menghadirkan varian baru dari produk kami berupa Big Bite, berupa size snack ayam yang lebih besar untuk memuaskan permintaan market,” katanya.

Di tempat yang sama, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan mengatakan pesatnya peran teknologi semakin terpacu dengan adanya pandemi Covid-19 mendorong semua pihak untuk berinteraksi dan melakukan berbagai aktivitas di ruang digital.

“Kondisi ini menunjukkan kita berada di era percepatan transformasi digital,” kata Semuel.

Ia menilai pandemi Covid-19 telah mengubah cara masyarakat dalam beraktivitas di berbagai lini kehidupan. Hal inilah yang mempertegas bahwa sedang terjadi era disrupsi teknologi.

Oleh karena  itu, lanjut Semuel, pemerintah harus dapat menyiapkan SDM Indonesia dengan keterampilan digital yang sesuai untuk menghadapi perubahan ini.

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer